Labels

Jumat, 21 September 2012

Metamorphosis cinta

by: arif el fikr
 
1.      Suka­_rasa ini terlahir ketika seorang insan merasakan atau menikmati sesuatu hal yang indah, tapi rasa ini bersifat pasif laksana sebutir telur.
2.      Penasaran_rasa ini tercipta ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang berkesan bagi dirinya, sehingga ia terus mencoba untuk mendapatkan yang kesekian kalinya sekalipun hal tersebut dapat berdampak negatif buat dirinya maupun orang lain laksana seekor ulat yang menjadi parasit bagi tanaman di sekitarnya.
3.      Sayang_rasa ini hadir, terkadang tanpa disadari seseorang. Tapi ia memiliki makna yang sangat berarti, laksana sekuncup kepompong.
4.      Rindu_rasa ini muncul ketika seseorang ingin merasakan atau bertemu kembali kepada sesuatu yang ia dambakan, sehingga ia mencoba dan terus berusaha, rasa ini laksana seekor ulat bersayap yang terus mencoba terbang sekalipun kerap kali ia terjatuh.
5.      Cinta_jika rasa ini dikerucutkan, ras ini adalah perpaduan dua rasa, yakni rasa suka dan rasa sayang yang melahirkan cita-cita besar, laksana seekor kupu dewasa yang telah mengapai impianya tuk mengisap nectar pada bunga-bunga yang bermekaran.

Kamis, 13 September 2012

ikhwan melankolis


oleh: Arif el fikr

aku ikhwan yang melankolis
terlahir dari keluarga yang agamis.
aku pantang menangis!
hanya karna cintaku ditolak seorang gadis,
apalagi hanya teriris dengan silet yang tipis.
aku ikhwan yang melancolis
Aku akan menangis!
ketika para mujahid diberondong rudal-rudal 'iblis'.
aku akan menangis!
ketika para guru-dikawal polisi-laksana teroris.
aku akan menangis!
ketika para ulama, orang-orang sholeh, dipenjara karena dituduh teroris.
aku ikhwan yang melankolis

Senin, 02 Juli 2012

PANDANGAN ORIENTALISME TENTANG MUHAMMAD sallahu alaihi wassalam

Di susun oleh :
Iskandar
Ahmad rabbani
M. arifuddin 
Irwan

Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al – Hakim
Hidayatullah Surabaya
2011 – 2012


DAFTAR ISI

Cover .....................................................................................................................................................1
Daftar Isi .................................................................................................................................................2
Kata Pengantar .......................................................................................................................................4
Bab I Pendahuluan ..................................................................................................................................3
Bab II Pembahasan .................................................................................................................................5
Bab III Penutup .....................................................................................................................................10
Daftar Pustaka .......................................................................................................................................11


PENDAHULUAN

Alhamdulillah puji sukur kami haturkan kehadirat ALLAH SWT yang memberikan kami kekuatan untuk dapat menyelesaikan penulisan ini serta salam kami yang tak putus – putusnya kepada manusia yang sempurna, cerdas luar biasa yaitu baginda nabi Muhammad SAW yang membimbing umat manusia dari kenistapaan hidup, dari manusia yang hidup tanpa aturan menjadi ummat yang disiplin dan kaya akan ilmu pengatahuandan mengetahui mana yang benar dan yang batil.
Ucapan terimakasi kami ucapkan kepada teman teman kami, dosen-dosen kami, dan banyak lagi yang tak dapat kami sebutkan satu persatu, yang sangat membantu kami dalam menyelesaikan penulisan ini baik membantu secara moral atau material.
Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini, begitu pula tulisan ini yang jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya untuk perbaikan di kemudian harinya.
Semoga saja apa yang penulis curahkan berupa tinta – tinta tulisan ini dapat bermanfaat buat kita semua dan menambah pengetahuan kita mengenai ilmu  ” PANDANGAN ORIENTALISME TENTANG NABI MUHAMMAD“.
Amien yaa Robbalalamin.

BAB I
KATA PENGANTAR

Sebagai mana kita ketahui akhir – akhir ini umat islam sering diserang oleh orang-orang kafir baik dengan menghancurkan generasi muda islam atu mengeluarkan pendapat-pendapat yang sangat kontrafersional yang dapat menyulut emosi umat islam, mereka menggunakan dalil yang sangat bertentangan dengan islam, atau mereka menafsirkan agama islam itu sesuai dengan kemaun mereka.
Slah satu yang sangat gencar mereka serang yakni masaah kenabian yakni nabi Muhammad S.A.W yang mana mereka mengeluarkan pendapat yang sangat-sangat menghina umat islam pada umumnya dan nabi Muhammad pada hususnya.
Berangkat dari yang demikian itulah kami sebagai penulis, di samping tuk menjalankan tgas sebagai tugas akademik penulis penulis mencoba mengangkat pandangan orientalisme terhadap nabi Muhammad S.A.W.

Metode-Metode Dalam Mengajar


1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato.
Kekurangan metode ini adalah
1) Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.
2) Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar
Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajaran akidah.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
Tujuan metode ini adalah
1) Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya.
2) Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama
Macam-macam diskusi yaitu
1) Diskusi informal
2) Diskusi formal
3) Diskusi panel
4) Diskusi simpusium