Labels

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Notebook obat ngantuk


Oleh: M. Arifuddin

                Ironi melihat realita saat ini notebook bukan lagi menjadi bahan penunjang kelangsungan peroses belajar mengajar. Pasalnya hampir 85% dari pelajar yang membawa notebook ke ruang kelas ketika pelajaran sedang berlangsung mereka menggunakannya untuk berfacebook ria ketimbang membuka pelajaran yang berhubungan dengan pelajaran yang sedang berlangsung dan hampir kebanyakan dari mereka membawa notebook dengan alasan untuk menghilangkan rasa ngantuk, sungguh alasan yang membuat hati menjadi miris. Apakah karena pendidik kita kurang kereatif dalam mengajar ataukah disebabkan lebih sibuk dengan urusan-urusan yang tidak penting dan dibuat menjadi penting.
   Hal ini semakin mencuat ketika para pelajar yang sering membawa notebook ke ruang kelas  tidak bisa menjawab pertanyaan dari pelajaran yang telah diterangakan oleh pendidik dan sungguh ironinya lagi ketika para pendidik bahkan pemerintah lebih ‘suka’ berfacebook ria dan atau bertwiter ria ketimbang melaksanakan tugas mereka dengan baik.
Tentunya kebiasaan ini sungguh amat sangat memprihatinkan. Karena pelajar yang unggul akan dihasilkan tentu dengan pendidik yang unggul pula, bukan pendidik yang facebooker. Begitupula Negara maju itu bisa terlihat dari kinerja para pemerintahnya, tentunya bukan pemerintah yang lebih doyan beriskusi dengan ‘Bu Maya’ (dunia maya) untuk melakukan perbuatan yang sia-sia dan alangkah mirisnya lagi ketika hal ini sudah menjadi habbit di Negri kita.
Oleh karena itu mari kita manfaatkan fasilitas yang Allah berikan untuk kebaikan pendidikan kita serta kemajuan Negara kita Indonesia.

Jumat, 21 September 2012

Metamorphosis cinta

by: arif el fikr
 
1.      Suka­_rasa ini terlahir ketika seorang insan merasakan atau menikmati sesuatu hal yang indah, tapi rasa ini bersifat pasif laksana sebutir telur.
2.      Penasaran_rasa ini tercipta ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang berkesan bagi dirinya, sehingga ia terus mencoba untuk mendapatkan yang kesekian kalinya sekalipun hal tersebut dapat berdampak negatif buat dirinya maupun orang lain laksana seekor ulat yang menjadi parasit bagi tanaman di sekitarnya.
3.      Sayang_rasa ini hadir, terkadang tanpa disadari seseorang. Tapi ia memiliki makna yang sangat berarti, laksana sekuncup kepompong.
4.      Rindu_rasa ini muncul ketika seseorang ingin merasakan atau bertemu kembali kepada sesuatu yang ia dambakan, sehingga ia mencoba dan terus berusaha, rasa ini laksana seekor ulat bersayap yang terus mencoba terbang sekalipun kerap kali ia terjatuh.
5.      Cinta_jika rasa ini dikerucutkan, ras ini adalah perpaduan dua rasa, yakni rasa suka dan rasa sayang yang melahirkan cita-cita besar, laksana seekor kupu dewasa yang telah mengapai impianya tuk mengisap nectar pada bunga-bunga yang bermekaran.

Minggu, 10 Juni 2012

Martabat Terangkat Dengan Syariat


Oleh: M. Arifuddin*
    Pada saat ini, pakaian seksi bukan hal yang tabu lagi di kalangan masyarakat, bahkan hal ini sudah menjadi habit (kebiasaan). Banyak di kalangan wanita yang merasa risih ketika menggunakan pakaian-pakaian yang sopan, apalagi sampai menggunakan jilbab. Hal ini dikarenakan dalam benak mereka pakaian seksi adalah tren wanita masa kini. Sedangkan pakaian yang menutup aurat adalah gaya busana yang sudah termarjinalkan.
    Hal ini bisa dibuktikan, ketika kita berkunjung ke tempat-tempat umum seperti: mall, pasar, bank, perkantoran, dan lain-lain, kita akan disuguhi paha-paha yang bergentayangan. Dengan PeDenya, dan tanpa rasa malu sedikitpun, mereka mempertontonkan aurat mereka kepada orang-orang yang jelas-jelas bukan mahram mereka.
     Jadi bukan hal yang aneh jika di media-media massa seperti: televisi, koran, Internet, dan sebagainya, sering kita jumpai berita-berita yang 'memanaskan' telinga, seperti: pencabulan, pemerkosaan, serta serentetan pelecehan seksual lainnya. Ini semua disebabkan karena betapa banyak kaum hawa yang mengumbar aurat mereka, bahkan mereka merasa puas dan bangga jika melihat kaum Adam terperangah tatkala melihat kemolekan tubuh mereka

Pentingnya kejujuran

Oleh: M.Arifuddin*
Pada hari kamis di sebuah pondok pesanren moderen, seorang santri SMP bertanya kepada musrifnya, “Ustadz aku nggak puasa, tapi aku ikut sahur bareng sama temen-temen, itu boleh nggak  ustadz?..” (kebetulan pada saat itu pusa sunnah senin, kamis).
Di tempat lain ada seorang anak SMP yang tidak jujur ketika mengambil uang kakanya, sehingga sang kaka memukul adiknya, barulah anak SMP tersebut jujur dan mengembalikan uang kakanya yang dia ambil.

Sabtu, 09 Juni 2012

Lakukan yang terbaik

Oleh: M.  Arifuddin*
          Ramadhan adalah bulan yang di nanti-nati kaum muslimin sudah sekian lama, pasalnya bulan ramadhan bulan penuh ampunan serta bulan di mana amal soleh dilipat gandakan. Lantas apa yang kita lakukan ketika ramadhan telah tiba?...

Keutamaan ramadhan
Dalam duabelas bulan selama satu tahun, bulan kesembilan, bulan Ramadhan, adalah bulan yang sangat utama. Bulan penghulu segala bulan. Rasulullah saw. pernaha bersabda, “Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan dan hari yang paling utama adalah hari Jumat.
Rasulullah saw. kemudian melanjutkannya, “Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah. Pada bulan itu, Allah Swt. memberikan naungan-Nya kepada kalian. Diturunkan-Nya rahmat, dihapuskan-Nya kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), dan dikabulkan-Nya doa pada bulan itu. Allah Swt. akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah Swt. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah Swt.” (HR. Ath-Thabrani)