Labels

Minggu, 25 November 2012

Mengejar mimpi


Oleh: M. Arifuddin
Panas memeras-meremas
Kaki lunglai lagi lemas
Kulit mengkilat berkeringat
Baju basah, nafas mendesah
Hehh..hehh..hehh..
Sampai kapan kuharus berlari
Tuk mengejar mimpi yang tak peduli
Mengapa mimpi itu tak pernah mati
Padahal aku sudah bersembunyi
Kucoba bangkit, tapi sakit menggigit
Kucoba berlari, tapi peri menggerogoti
Aku tak ingin mati di sini
Apalagi tak meninggalkan sesuatu yang berarti
Kesempatan itu memang sekali
Jika 3 kali itu hanyalah mimpi
Ingin kuperbaiki diri
Dengan tuntunan kitab suci dan sunnah nabi
Tapi sekarang aku tersesat
Ngajipun tersendat-sendat
Bahkan solatpun sudah sakarat
Apalagi menghafal ayat demi ayat.
Jadi apa yang harus kuperbuat?...

 (Surabaya senin 26 Nov 12)

Selasa, 20 November 2012

Inaguration Of General Student


Minggu (18/11) STAI Luqman Al-Hakim Surabaya menggelar regenerasi kepengurusan mahasiswa program umum yang bertempat di mushollah Sakinah Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Acara ini dibuka langsung oleh Ust. Abdul Kholiq Lc. M.H.I selaku ketua STAIL Surabaya, serta dihadiri langsung oleh Ust Faishal Haq M. Pdi selaku PK II STAIL dan BEM STAIL Surabaya.
Acara ini bertemakan ‘lebih baik dari sekedar pemilihan’ dengan harapan yang terpilih menjadi pengurus nantinya adalah “orang-orang pilihan” yang siap memengaruhi masyarakatnya untuk melakukan yang terbaik dalam meningkatkan keilmuan dan keislaman, bukan malah di pengaruhi. Setelah melakukan musyawarah mufakat maka terpilihlah saudara Zainal Rosyid sebagai Ketua Program Umum STAIL Surabaya, Mulyatun sebagai Sekertaris dan Anto Sudarto sebagai bendahara.*M. Arifuddin/BEM STAIL Surabaya.

Minggu, 11 November 2012

Silaturahim BEM STAIL Surabaya


DLM, BEM, HMJ dan BO STAI Luqman Al-Hakim Surabaya  melakukan silaturahim ke kampus II (dua) STAIL Panceng-Gersik dalam rangka mempererat hubungan antara kampus I dan II STAIL sekaligus mengenalkan jajaran kepengurusan DLM, BEM, HMJ dan BO STAI Luqman Al-Hakim pada (10-11/11/2012). Silaturahim ini juga dalam rangka menyerap kembali spirit berqur’an dan berbahasa dari kampus II STAIL Panceng untuk dibawa ke kampus I STAIL Surabaya, pasalnya dikampus inilah mahasiswa STAIL ditempa untuk menjadi seorang dai yang pandai berbahasa arab dan inggris.*M. Arifuddin/BEM STAIL Surabaya


Majlis Akbar LDK STAIL




Pada tanggal 4 November 2012, lembaga da’wah kampus (LDK) STAI Luqman Al-Hakim Surabaya melakukan Majlis Akbar ke VI dengan tema ‘kobarkan spirit berda’wah melalui traspormasi nilai kepahlawanan’ dalam rangka regenerasi kepengurusannya. Acara ini  bertempat di aula Rahman Rahmat Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dan dibuka langsung oleh Ust. Abdul Kholiq Lc. M.H.I selaku ketua STAIL Surabaya. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa STAIL baik dari Program Umum maupun Khusus dan berlangsung selama kurang lebih 7 jam. Dari hasil musyawarah mufakat maka terpilihlah saudara Ahmad Tahfif menjadi ketua LDK STAIL Priode 2012/2013.*M. Arifuddin/BEM STAIL Surabaya.

Selasa, 30 Oktober 2012

kenapa aku harus menikah denganmu


“aku ingin bersamamu dalam naungan ilmu menggapai ridho Allah yang mulia”

sebuah kisah yang harus kita selami maknanya…..
Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku.
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Safari da’wah



Rabu, (25-27/10) Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya melakukan safari da’wah ke Malang selatan, tepatnya di Dusun Sumber Belimbing, Desa Purwodadi, kec. Donomulyo dalam rangka tebar kurban. Pada kegiatan ini STAIL bekerjasama dengan BMH Malang.
 Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi ceramah Idul Fitri, Baksos dan Ceramah keislaman oleh mahasiswa STAIL Surabaya. Dalam ceramah ini menyampaikan tentang pentingnya iman yang tangguh untuk mencapai hidup bahagia di dunia dan di akahirat.
Acara ini diikuti oleh 25 orang mahasiswa dan dilepas langsung oleh Ust, Adbul Kholiq Lc, M.H.I selaku ketua STAIL di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, acara ini bertemakan “pererat persaudaraan dengan berkurban” dengan harapan melalui berkurban jalinan persaudaraan antara Dusun Belimbing dan STAIL Surabaya semakin langgeng.*M. Arifuddin/BEM STAIL Surabaya.

Jumat, 12 Oktober 2012

MENAPAKI JEJAK SANG FENOMENAL

            Judul Buku         :  Mencetak Kader
            Penulis                 :  Manshur Salbu
            Penerbit               :  Hidayatullah Publishing
            Edisi                     :  Cet-1, Juni 2009
Tebal                    :  xiii + 360 Halaman
Peresensi             :  Mustavidah M. Salbu


        Janji dan tekad untuk terus berdakwah tidak pernah berhenti bergetar merangsang seluruh persendian dan tidak pernah terhapus sedikitpun dari memorinya. Sebagai tindakan awal yang ia lakukan adalah memprakarsai sebuah pengganyangan judi secara besar-besaran di kota Makassar yang mengakibatkan ia dikejar-kejar oleh penanggung jawab keamanan di kota besar Makassar. Sebab dianggap melakukan tindakan mengacaukan kota tanpa persetujuan dari aparat keamanan.
                 Pemuda  tanpa rasa rasa takut itu adalah Muhsin Kahar yang akhirnya berganti nama menjadi Abdullah Said. Selanjutnya, bersama kawan-kawan yang setia mendampinginya, Abdullah Said mendirikan sebuah Pesantren Hidayatullah. Cita-cita yang sempat membuatnya dianggap penghayal agung. Namun, mampu diwujudkannya dalam sebuah karya nyata yang masih eksis hingga sekarang. Lembaga yang memiliki empat dimensi. Yakni, lembaga pendidikan, sosial, dakwah dan perjuangan.
                 Semua berangkat dari sebuah pemikiran brilian seorang Abdullah Said, kiai pioner yang mampu berpikir besar di dalam suasana yang terbatas. Pribadi yang bisa membawakan ide-ide perubahan dalam pergaulan yang lebih luas, termasuk dengan pejabat maupun kalangan masyarakat biasa. Dari hasil pemikirannya yang cemerlang itu pulalah ia mampu menghasilkan konsep (metode) dakwah (pola perjuangan) yang diistilahkan dengan Sistematika Wahyu. Konsep ini digali dari kronologi turunnya wahyu yang dikaitkan dengan sirah nabawiyyah. Konsep inilah yang kemudian dijadikan manhaj/pijakan gerakan dakwah Hidayatullah.