Kamis, 13 Desember 2012
Seminar Kewirausahaan
Selasa, 11 Desember 2012
Cintakah Allah kepadaku
Oleh:*M.
Arifuddin
Kucoba tuk berdiri tegak sekalipun penglihatanku
berkunang-kunang lantaran menahan rintihan lambungku yang terus memberontak
karena tidak kuisi meskipun hanya sebutir nasi, sehingga air keran di setiap
masjid menjadi pelarian tuk membasahi kerongkonganku yang kering-kerontang.
Sungguh aku belum makan sejak 4 hari yang lalu, bukan karena aku tak punya
uang. Tapi disebabkan ATM, dompet, ponsel dan barang bawaanku telah dicuri
oarang. Yach itu semua akibat keteledoranku.
Ketika
itu aku ketiduran di bus jurusan Samarinda-Balikpapan, karena sebelumnya aku
bergadang untuk mempacking barang-barangku. Padahal Aby dan Ummy sudah
menyuruhku mempacking barang-barangku tiga hari sebelum keberangkatanku agar
tidak terburu-buru. Tapi karena ulahku itulah semua rencanaku gagal dan
menyebabkan aku terkatung-katung di kota Banua Patra (kota minyak)-Balikpapan,
padahal aku harus terbang ke Surabaya pada pukul 02:05 WIT untuk menghadiri
kontes jurnalistik di Tunjugan Plaza-Surabaya.
Minggu, 25 November 2012
Mengejar mimpi
Oleh: M. Arifuddin
Kaki
lunglai lagi lemas
Kulit
mengkilat berkeringat
Baju
basah, nafas mendesah
Hehh..hehh..hehh..
Sampai
kapan kuharus berlari
Tuk
mengejar mimpi yang tak peduli
Mengapa
mimpi itu tak pernah mati
Padahal
aku sudah bersembunyi
Kucoba
bangkit, tapi sakit menggigit
Kucoba
berlari, tapi peri menggerogoti
Aku
tak ingin mati di sini
Apalagi
tak meninggalkan sesuatu yang berarti
Kesempatan
itu memang sekali
Jika
3 kali itu hanyalah mimpi
Ingin
kuperbaiki diri
Dengan
tuntunan kitab suci dan sunnah nabi
Tapi
sekarang aku tersesat
Ngajipun
tersendat-sendat
Bahkan
solatpun sudah sakarat
Apalagi
menghafal ayat demi ayat.
Jadi
apa yang harus kuperbuat?...
(Surabaya senin 26 Nov 12)
Selasa, 20 November 2012
Inaguration Of General Student
Minggu
(18/11) STAI Luqman Al-Hakim Surabaya menggelar regenerasi kepengurusan
mahasiswa program umum yang bertempat di mushollah Sakinah Pondok Pesantren
Hidayatullah Surabaya. Acara ini dibuka langsung oleh Ust. Abdul Kholiq Lc. M.H.I
selaku ketua STAIL Surabaya, serta dihadiri langsung oleh Ust Faishal Haq M.
Pdi selaku PK II STAIL dan BEM STAIL Surabaya.
Acara
ini bertemakan ‘lebih baik dari sekedar pemilihan’ dengan harapan yang terpilih
menjadi pengurus nantinya adalah “orang-orang pilihan” yang siap memengaruhi
masyarakatnya untuk melakukan yang terbaik dalam meningkatkan keilmuan dan
keislaman, bukan malah di pengaruhi. Setelah melakukan musyawarah mufakat maka
terpilihlah saudara Zainal Rosyid sebagai Ketua Program Umum STAIL Surabaya,
Mulyatun sebagai Sekertaris dan Anto Sudarto sebagai bendahara.*M. Arifuddin/BEM STAIL Surabaya.
Minggu, 11 November 2012
Silaturahim BEM STAIL Surabaya
Majlis Akbar LDK STAIL
Pada
tanggal 4 November 2012, lembaga da’wah kampus (LDK) STAI Luqman Al-Hakim
Surabaya melakukan Majlis Akbar ke VI dengan tema ‘kobarkan spirit berda’wah
melalui traspormasi nilai kepahlawanan’ dalam rangka regenerasi kepengurusannya.
Acara ini bertempat di aula Rahman
Rahmat Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dan dibuka langsung oleh Ust.
Abdul Kholiq Lc. M.H.I selaku ketua STAIL Surabaya. Acara ini diikuti oleh
seluruh mahasiswa STAIL baik dari Program Umum maupun Khusus dan berlangsung selama
kurang lebih 7 jam. Dari hasil musyawarah mufakat maka terpilihlah saudara
Ahmad Tahfif menjadi ketua LDK STAIL Priode 2012/2013.*M. Arifuddin/BEM STAIL Surabaya.
Selasa, 30 Oktober 2012
kenapa aku harus menikah denganmu
“aku ingin bersamamu dalam naungan ilmu menggapai ridho Allah yang mulia”
sebuah kisah yang harus kita selami maknanya…..
Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih
calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun
semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua,
terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan
dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada
seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan
agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur
sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang
relijius, dan mengamalkan agamanya. Pada malam itu, pemuda itu dan
seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan
saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia
menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya,
keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai,
masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa
melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih
dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya,
dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu
padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan.
Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu
artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya
Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya
dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina
kecantikan dan kepintaranku.
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai
kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan
mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat
baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan.
Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”.
Langganan:
Postingan (Atom)

